Bermodalkan Sepeda Angin Bisa Meraih Sukses dalam Usaha

Bojonegoro, Sidik Nusantara
Doa dan Ikhtiar.Itulah prinsip yang dipakai cak Pur Krupuk panggilan Akrab Dwi Purwoko, yang beralamatkan di Desa Bungur Rt.3 Rw.4 Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro dalam memulai usahanya. Sepeda angin menemani cak pur dalam menjajakan Krupuk keliling beberapa Desa.Modal Kecil Cak Pur Krupuk tidak menghalangi Cak Pur dalam memulai Usahanya. Dalam hatinya selalu terpatri sebuah ungkapan bahwasanya Allah akan membantu manusia yang mau berusaha keras.

Pria kelahiran 27 januari 1979 ini tak segan untuk menawarkan krupuknya dari toko kelontong dan warung-warung yang ada di sekitarnya. Berkat usaha dan kerasnya ini pemilik UD.Putra Tunggal Jaya ini mampu merubah kehidupan ekonominya, dari yang semula hanya mengunakan sepeda angin kini Cak Pur Sudah memiliki beberapa mobil untuk membantu dalam menjalankan usahanya dan dari menunakan sepeda angin awal usaha yang semula hanya ratusan ribu saat memulai usahanya  kini sudah jadi ratusan juta.

Suami Listiana ini memulai usahanya sekitar 15 tahun yang lalu dengan berjualan krupuk sego, disebut krupuk sego karena bahan dasarnya berasal dari nasi yang diproses menjadi krupuk. Setelah Sukses dengan berjualan Krupuk sego, cak Pur menambahi dagangannya dengan berjualan krupuk pati (Tepung). Tak henti sampai di situ, Cak Pur terus berinovasi dengan menambah barang barang dagangannya.Barang dagangan Cak Pur yang semula bisa di bawa hanya dengan sepeda angin, kini harus dibawa dengan menggunakan Mobil.

Usahanya yang semula di jalankan sendiri bersama istrinya, kini cak Pur telah memiliki karyawan puluhan sekitar rumahnya. ”Kami sangat senang bisa membantu mereka untuk bisa kerja di sini mas,” Ungkap Cak Pur dengan rendah hati. Cak Pur di kenal sebagai Usahawan yang baik dan suka membantu bagi tetangga sekitar rumahnya, karena di saat musim paceklik pun mereka masih bisa bekerja di tempatnya Cak Pur. Kerja di tempat Cak Pur tidak mengikat, mereka bisa keluar masuk tanpa Paksaan. ”Usaha yang kami terapkan ini usaha ikhlas  mas. Mereka bebas bekerja, ukuran hasilpun tergantung berapa besar mereka bisa berproduksi.”Ungkap cak Pur.

Meski belum pernah mendapat Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tapi lelaki beranak dua ini tidak menuntut bantuan apapun dari Pemerintah Daerah. ”Prinsipnya kemandirian dengan lakukan usaha ikhlas dan cerdas dan yang lebih penting adalah Barokah dari Allah Swt.”Ungkapnya dengan senyum tipis di bibirnya.

Usahawan agamis ini selalu memulai usahanya dengan meminta sama Allah, karena dia beranggapan bahwa Allah ini maha Pemberi dan penerima doa Manusia. ”Kami hanya meminta pada Allah, tidak sama yang lain apalagi pemerintah, kalau toh pemerintah memberikan bantuannya itu adalah rejeki kita.”Ungkapnya dengan senyum.(rus)

0 komentar:

Poskan Komentar